Cakrawala DaerahPeristiwa

Pemkab Magetan Luncurkan Gerakan Pilah Sampah Demi Wujudkan Indonesia ASRI

×

Pemkab Magetan Luncurkan Gerakan Pilah Sampah Demi Wujudkan Indonesia ASRI

Sebarkan artikel ini
Pemkab Magetan Luncurkan Gerakan Pilah Sampah Demi
Pemkab Magetan Luncurkan Gerakan Pilah Sampah Demi

Cakrawalanews.co- Pemerintah Kabupaten Magetan secara resmi meluncurkan Gerakan Pilah Sampah sebagai bentuk dukungan terhadap program nasional Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah)

. Langkah strategis ini diambil guna mengatasi lonjakan volume sampah di wilayah Magetan yang kini telah menyentuh angka 260 ton per hari.

Pj Bupati Magetan, Nanik Endang Rusminiarti, menegaskan bahwa pemilahan sampah dari sumbernya, yakni rumah tangga, merupakan langkah mutlak yang harus dilakukan. Menurutnya, pemisahan antara sampah organik dan anorganik adalah kunci utama dalam menangani persoalan sampah secara serius sesuai dengan instruksi Presiden.

Dalam peluncuran yang berlangsung di Rumah Kompos Pasar Sayur Magetan pada Jumat (13/2), Nanik menjelaskan bahwa pemilahan sejak dini akan mempermudah proses pengolahan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi warga melalui bank sampah. Sampah organik dapat dikonversi menjadi kompos, sementara sampah anorganik yang bernilai jual dapat didaur ulang.

Kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Magetan saat ini dilaporkan sudah mendekati kapasitas maksimal. Nanik memperingatkan bahwa tanpa perubahan pola perilaku masyarakat, pembangunan TPA baru pun tidak akan menjadi solusi jangka panjang. Mengingat 70 hingga 80 persen sampah rumah tangga merupakan material organik, pengurangan beban TPA sangat bergantung pada keberhasilan program pengomposan mandiri dan penggunaan lubang biopori melalui prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle).

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pangan Magetan, Saif Muchlisun, memaparkan bahwa program ini akan diintegrasikan hingga ke tingkat desa dan kelurahan melalui pembentukan Kelompok Kerja (Pokja) Kebersihan.

Sebagai tahap awal, proyek percontohan akan diprioritaskan pada wilayah yang telah memiliki kelompok sosial masyarakat aktif. Melalui sistem ini, sampah organik akan diarahkan langsung ke rumah kompos tingkat kecamatan, sehingga hanya menyisakan residu minimal untuk dibawa ke TPA.( wa/ar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *