Cakrawalanews.co-Pemerintah Kabupaten Lamongan bersama Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) resmi menetapkan penguatan ketahanan keluarga dan percepatan penurunan stunting sebagai fokus utama program kerja tahun 2026.
Langkah strategis ini dibahas dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) TP PKK guna menyelaraskan visi organisasi dengan prioritas pembangunan nasional dan daerah.
Ketua TP PKK Kabupaten Lamongan, Anis Kartika Yuhronur Efendi, menyatakan bahwa Rakerda ini bertujuan menyamakan persepsi agar 10 Program Pokok PKK dapat menjawab kebutuhan masyarakat secara nyata.
Fokus kebijakan tahun 2026 mencakup peningkatan kesehatan ibu dan anak, ketahanan pangan, pemberdayaan ekonomi rumah tangga, serta penguatan peran kader di tingkat desa dan kecamatan.
Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, menegaskan posisi TP PKK sebagai mitra strategis dalam pembangunan sumber daya manusia. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor yang melibatkan tenaga kesehatan dan kader PKK telah terbukti efektif, terutama dalam menekan angka stunting secara drastis di wilayah tersebut.
Data terbaru hingga November 2025 menunjukkan capaian gemilang Kabupaten Lamongan. Prevalensi stunting berhasil ditekan menjadi 6,9 persen pada 2024, turun dari angka 9,4 persen di tahun 2023. Tren ini menunjukkan penurunan yang sangat signifikan jika dibandingkan dengan angka stunting tahun 2022 yang masih berada di posisi 27,5 persen.
Keberhasilan ini menempatkan Lamongan sebagai daerah dengan performa penanganan stunting terbaik kedua di Jawa Timur. Melalui Rakerda ini, TP PKK Lamongan menargetkan integrasi program yang lebih kuat untuk tahun 2026 demi menjamin peningkatan kualitas hidup keluarga di seluruh pelosok kabupaten.( wat/ar)












