Scrol ke Bawah
Example 120x600
Example 120x600
Cakrawala EkonomiCakrawala NasionalCakrawala NewsHeadlineNasioanal

Bulog Pastikan Stok Pangan Aman dan Harga Stabil Jelang Ramadhan 2026

×

Bulog Pastikan Stok Pangan Aman dan Harga Stabil Jelang Ramadhan 2026

Sebarkan artikel ini
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani,
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani,

Cakrawalanews.co Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menegaskan komitmen perusahaan dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan strategis nasional menjelang bulan suci Ramadhan hingga Hari Raya Idul Fitri 2026..

Dalam keterangannya di Jakarta pada Rabu, Rizal menjelaskan bahwa Bulog akan menerapkan pola pengamanan pasar yang serupa dengan periode Natal dan Tahun Baru sebelumnya.

Konten Sponsor

Strategi ini melibatkan kehadiran langsung di lapangan bersama para pemangku kepentingan guna memastikan pasokan tetap terjaga dan harga tidak bergejolak.

Menarik Dibaca:  KPK Tangkap Pejabat Bea Cukai Terkait Kasus Impor Barang

Hingga awal Februari 2026, Perum Bulog tercatat mengelola cadangan beras sebesar 3,3 juta ton, yang terdiri dari 3,22 juta ton Cadangan Beras Pemerintah (CBP) serta sekitar 95 ribu ton stok komersial. Selain beras, Bulog juga mengamankan komoditas penting lainnya seperti 11.675 ton gula pasir, 53.637 ton jagung, dan 15.475 kiloliter minyak goreng.

Ketersediaan stok yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia ini menjadi instrumen utama dalam memberikan kepastian pasokan bagi masyarakat, terutama saat menghadapi lonjakan permintaan pada momen hari besar keagamaan.

Menarik Dibaca:  Gunung Semeru Meletus Tujuh Kali dalam Tiga Jam

Terkait distribusi minyak goreng melalui skema Domestic Market Obligasi (DMO), Bulog memegang porsi terbesar yakni 70 persen dari total alokasi BUMN pangan. Dengan jatah pasokan sekitar 30 ribu kiloliter per bulan, Bulog fokus menyalurkan komoditas tersebut langsung ke tingkat pengecer dan pasar tradisional.

Langkah ini diambil secara konsisten, termasuk pada Februari ini, untuk menekan harga MinyaKita di tingkat konsumen agar tetap sesuai dengan ketentuan pemerintah.

Di sisi lain, Bulog juga mematangkan persiapan penyaluran bantuan pangan berupa 10 kilogram beras dan 2 liter MinyaKita kepada 33,2 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Program yang dijadwalkan untuk alokasi Februari dan Maret 2026 ini diproyeksikan menyerap total 664,8 ribu ton beras dan 132,9 ribu kiloliter minyak goreng.

Menarik Dibaca:  Soal Perizinan Wisata Dusun Semilir, dan Bupati Semarang Dilaporkan ke Presiden

Selain sebagai bentuk stimulus ekonomi untuk menjaga daya beli masyarakat, bantuan ini diharapkan menjadi penahan laju inflasi pangan nasional sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah di bulan Ramadhan dengan lebih tenang.( wa/ar)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 300x600