Cakrawalanews.co-Komisi XI DPR RI resmi menetapkan Wakil Menteri Keuangan Thomas M. Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia menggantikan Juda Agung. Keputusan strategis ini diambil melalui mekanisme musyawarah mufakat oleh delapan pimpinan kelompok fraksi setelah Thomas menjalani rangkaian uji kelayakan dan kepatutan pada 23 dan 26 Januari 2026.
Pria yang akrab disapa Tommy ini memiliki latar belakang keluarga yang kental dengan dunia perbankan. Lahir di Jakarta pada 7 Mei 1972, ia merupakan putra dari mantan Gubernur Bank Indonesia periode 1993-1998, Soedradjad Djiwandono. Selain itu, Tommy merupakan keponakan Presiden Prabowo Subianto serta cicit dari pendiri BNI 46, RM Margono Djojohadikusumo.
Riwayat pendidikannya mencakup gelar Sarjana Studi Sejarah dari Haverford College di Pennsylvania serta gelar magister dari Johns Hopkins University di Washington DC. Sebelum terjun sepenuhnya ke dunia keuangan dan politik, ia sempat merintis karier di bidang jurnalistik sebagai wartawan di Majalah Tempo dan Indonesia Business Weekly.
Pengalaman profesionalnya di sektor finansial dimulai saat ia menjadi analis di Whetlock NatWest Securities, Hong Kong, yang kemudian berlanjut sebagai konsultan di Castle Asia. Karier manajerialnya semakin matang saat ia memimpin PT Comexindo International dan menjabat sebagai Deputi CEO Arsari Group selama belasan tahun.
Di ranah politik, Tommy dikenal sebagai bendahara umum Partai Gerindra yang sangat berpengalaman dalam pengelolaan logistik nasional. Namun, demi menjaga independensi bank sentral dan kepatuhan terhadap Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023, ia telah resmi mengundurkan diri dari kepengurusan partai per 31 Desember 2025. Jabatan terakhirnya sebelum menuju Bank Indonesia adalah sebagai Wakil Menteri Keuangan yang ia emban sejak Juli 2024.( wa/ar)












