Cakra Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember resmi mengoperasikan Posko Relawan Siaga Bencana sebagai langkah strategis menghadapi potensi cuaca ekstrem di wilayah tersebut.
Peresmian posko ini bertujuan untuk mempercepat koordinasi dan penanganan darurat mengingat ancaman bencana hidrometeorologi yang diprediksi meningkat dalam beberapa waktu ke depan.
Kepala BPBD Jember, Edi Budi Susilo, menjelaskan bahwa posko ini berfungsi sebagai rumah singgah bagi para sukarelawan selama 24 jam penuh.
Fasilitas ini menjadi pusat konsolidasi bagi 53 komunitas relawan yang ada di Jember agar dapat bergerak lebih sinergis bersama Tim Reaksi Cepat (TRC). Dengan adanya pusat kendali ini, BPBD berharap proses deteksi dini hingga penyelamatan jiwa dan harta benda dapat dilakukan secara lebih efektif dan efisien.
Langkah antisipatif ini diambil menyusul peringatan dini dari BMKG Juanda mengenai potensi cuaca ekstrem yang diprakirakan melanda Jawa Timur hingga 30 Januari 2026.
Kondisi atmosfer saat ini sangat berpotensi memicu hujan lebat, angin kencang, hingga hujan es yang dapat mengakibatkan banjir dan tanah longsor di berbagai titik rawan.
Silaturahim yang dihadiri ratusan relawan di Kantor BPBD Jember pada Jumat lalu menjadi momentum untuk memperkuat tekad dalam pengurangan risiko bencana.
Selain Jember, sejumlah wilayah lain di Jawa Timur seperti Banyuwangi, Bondowoso, dan Malang Raya juga tetap diminta waspada terhadap perubahan cuaca mendadak, terutama di kawasan perbukitan dan pesisir.( ar/al)












