Surabaya, CakrawalaNews.co – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya, Arif Fathoni, menilai keberhasilan Polrestabes Surabaya menggelar Bazar Pengembalian Barang Bukti sepeda motor menjadi momentum penting dalam memulihkan dan memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi Polri.
Menurut Arif Fathoni, pengembalian lebih dari seribu unit sepeda motor hasil pengungkapan kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) kepada pemilik sah secara gratis merupakan bentuk pelayanan nyata yang langsung dirasakan masyarakat.
“Kepercayaan publik tidak bisa dibangun dengan kata-kata, tapi dengan kerja nyata. Ketika masyarakat yang menjadi korban kejahatan bisa mendapatkan kembali haknya secara mudah, transparan, dan tanpa biaya, di situlah kepercayaan publik kepada Polri tumbuh kembali,” ujar Arif Fathoni, Sabtu (24/1/2026).
Politisi Golkar Jawa Timur yang akrab disapa Mas Toni itu menegaskan, bazar motor bukan hanya menunjukkan keberhasilan pengungkapan kasus, tetapi juga menampilkan wajah Polri sebagai institusi yang hadir untuk melayani dan melindungi warga.
Menurutnya, dalam konteks ini, Polrestabes Surabaya dinilai berhasil membangun hubungan emosional dan kepercayaan dengan masyarakat.
“Warga datang dengan harapan, pulang dengan senyum karena motornya kembali. Pengalaman seperti ini membentuk persepsi positif yang kuat tentang Polri. Ini penting bagi legitimasi institusi,” tegasnya.
Mas Toni menambahkan, transparansi proses mulai dari pendataan, pencarian kendaraan, hingga pengambilan tanpa pungutan menjadi faktor kunci yang memperkuat kepercayaan publik. Menurutnya, praktik seperti ini menunjukkan bahwa Polri bekerja secara profesional dan akuntabel.
“Ketika prosesnya terbuka dan tidak berbelit, publik merasa dilayani. Ini standar pelayanan yang harus terus dijaga oleh institusi Polri,” katanya.
Ia juga menilai, keberhasilan bazar motor mencerminkan kepemimpinan Kapolrestabes Surabaya yang mampu menerjemahkan penegakan hukum ke dalam pelayanan publik yang humanis.
Bagi DPRD lanjut Mas Toni, pendekatan ini layak dijadikan rujukan dan legacy kebijakan bagi kepemimpinan Polri berikutnya.
“Ini bukan hanya prestasi personal, tapi prestasi institusi. Apa yang dilakukan Polrestabes Surabaya hari ini seharusnya menjadi budaya kerja yang diwariskan kepada para penerus, agar kepercayaan publik terus terjaga,” ujarnya.
Lebih jauh, mantan Ketua Golkar Surabaya ini menekankan bahwa kepercayaan publik merupakan modal utama dalam menjaga keamanan kota. Tanpa kepercayaan, kerja kepolisian akan selalu berjarak dengan masyarakat.
“Kalau masyarakat percaya, mereka berani melapor, berani bekerja sama, dan ikut menjaga keamanan lingkungan. Bazar motor ini berkontribusi langsung pada ekosistem keamanan yang sehat,” jelasnya.
DPRD Surabaya, lanjut dia, mendukung penuh langkah-langkah inovatif Polrestabes Surabaya yang berorientasi pada pelayanan publik dan pemulihan kepercayaan masyarakat.
Menurutnya, inisiatif seperti ini perlu dipertahankan dan dikembangkan sebagai bagian dari reformasi berkelanjutan di tubuh Polri.
“Kepercayaan publik adalah fondasi. Apa yang dilakukan Pak Kapolrestabes Surabaya menunjukkan bahwa Polri bisa dan mampu menjawab harapan masyarakat dengan kerja nyata,” pungkasnya.












