Cakrawalanews.co – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menunjukkan keseriusan dalam memperluas akses pendidikan bagi warganya, terutama bagi siswa dari keluarga kurang mampu.
Pada tahun anggaran 2026, Pemkab Bojonegoro resmi menaikkan alokasi dana pendidikan sebesar Rp43 miliar. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya strategis pemerintah daerah dalam menjadikan peningkatan kualitas pendidikan sebagai prioritas pembangunan utama.
Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, menjelaskan bahwa peningkatan anggaran ini sejalan dengan target besar Bupati Bojonegoro untuk memastikan seluruh anak di wilayah tersebut dapat mengenyam pendidikan tanpa kecuali pada tahun 2026.
Komitmen ini diperkuat oleh capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Bojonegoro yang terus menunjukkan tren positif dengan kenaikan sebesar 1,3 poin, yang mana sektor pendidikan memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan tersebut.
Meski menunjukkan kemajuan, Nurul Azizah mengingatkan bahwa tantangan besar masih ada di depan mata. Saat ini, masih terdata sekitar 4.123 anak yang masuk dalam kategori tidak sekolah dan memerlukan penanganan khusus agar bisa kembali ke bangku pendidikan.
Ia menekankan bahwa kenaikan anggaran dan perbaikan angka IPM harus diikuti dengan penurunan drastis angka anak tidak sekolah secara nyata di lapangan.
Melalui sinergi yang kuat antara Pemerintah Kabupaten dan Dinas Pendidikan, diharapkan berbagai strategi konkret dapat berjalan efektif untuk menuntaskan masalah pendidikan tersebut.
Langkah ini bukan sekadar untuk memenuhi target administratif, melainkan investasi jangka panjang dalam mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Bojonegoro agar lebih unggul dan berdaya saing( wa/at)














