Cakrawala EkonomiCakrawala NewsHeadline

Menteri PKP Maruarar Sirait Tambah Kuota BSPS Jakarta Jadi 2.000

×

Menteri PKP Maruarar Sirait Tambah Kuota BSPS Jakarta Jadi 2.000

Sebarkan artikel ini
Menteri PKP Maruarar Sirait
Menteri PKP Maruarar Sirait

​Jakarta,cakrawalanews.co – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menegaskan komitmen pemerintah dalam memperluas Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di DKI Jakarta.

Kuota BSPS di ibu kota akan ditingkatkan secara drastis dari 158 unit pada tahun ini menjadi 2.000 unit pada tahun depan.

​Peningkatan alokasi ini disampaikan Menteri Maruarar saat kunjungan kerja ke Kelurahan Cawang, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur, pada Kamis (13/11/2025).

​”Peningkatan alokasi ini adalah bentuk kehadiran nyata negara dalam menangani permasalahan rumah tidak layak huni (RTLH) di ibu kota,” ujar Menteri Maruarar.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), terdapat sekitar 209.000 kepala keluarga di Jakarta yang masih menempati RTLH. Secara nasional, ada 9,9 juta rakyat yang belum memiliki rumah dan 26,9 juta RTLH.

​Menteri Maruarar menyampaikan, Pemerintah di bawah Presiden Prabowo Subianto telah menyiapkan program besar untuk mengatasi masalah perumahan, termasuk penyediaan 350.000 rumah subsidi tahun ini. “Sampai hari ini, sudah 220.000 rumah subsidi yang diserahkan kepada rakyat,” tambahnya.

​Dalam kunjungan tersebut, Menteri Maruarar didampingi Dirjen Kawasan Permukiman Kementerian PKP, Fitrah Nur, dan Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi DKI Jakarta, Kelik Indriyanto. Mereka meninjau langsung proses perbaikan rumah penerima manfaat BSPS di Cawang.

​Program BSPS di Jakarta tahun 2025 mencakup pemerataan di seluruh wilayah, dengan Kecamatan Kebayoran Lama, Jagakarsa, Kramat Jati, dan Cipayung menjadi fokus awal. Di Kelurahan Cawang sendiri, terdapat 13 keluarga penerima manfaat (KPM) yang lolos verifikasi. Bantuan difokuskan untuk memperkuat struktur bangunan, memperbaiki sanitasi, dan meningkatkan ketahanan rumah.

​Menteri Maruarar menekankan bahwa BSPS adalah program partisipatif yang mendorong kemandirian dan gotong royong masyarakat.

​Ia juga meminta kolaborasi yang lebih kuat dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, terutama mengingat tidak adanya anggaran APBD untuk renovasi rumah rakyat di Jakarta. “Saya minta kerja samanya agar pemerintah pusat dan daerah bisa saling memperkuat,” katanya.

​Menutup kunjungannya, Menteri Maruarar menegaskan perbaikan RTLH harus menjadi titik awal kebangkitan ekonomi rakyat. Selain perbaikan rumah, pemerintah akan mendorong peningkatan ekonomi lokal melalui kerja sama dengan lembaga seperti SMF dan PNM.

​Kelik Indriyanto dari Pemprov DKI mengapresiasi perhatian pusat dan menyatakan kesiapan Pemprov untuk membantu dari sisi perbaikan sarana dan prasarana lingkungan seperti jalan kampung dan drainase. (Wa/pkp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *