Namun dibalik kondisi banjir di sejumlah wilayah, terdapat lokasi-lokasi tertentu yang mendapat apresiasi dari masyarakat. Wilayah yang sebelumnya menjadi langganan banjir parah, kemarin justru tak tersentuh oleh genangan air lantaran keberhasilan proyek box culvert dari Pemerintah Kota Surabaya. Salah satunya di wilayah Dukuh Kupang Barat, seperti yang dituturkan oleh Ketua RW 8 Putat Jaya, Sawahan, Mikrah, yang menyebut adanya perubahan besar atas pembangunan gorong-gorong diwilayahnya.
“Saya sudah tanya ke warga, semuanya merasakan ada perubahan. Kalau dulu, hujan deras pasti banjir lama. Sekarang, kalau ada genangan, cepat surut setelah hujan reda,” ujar Mikrah, Rabu (10/12/2024).
Proyek box culvert yang baru dibangun selesai pada Agustus 2024 lalu, terbukti efektif menahan debit air besar selama hujan deras. Mikrah menegaskan, gorong-gorong ini telah berfungsi maksimal tanpa terdampak banjir.
“Saluran (box culvert) benar-benar membantu warga,” tegasnya
Hujan deras sebelumnya pernah menyebabkan banjir besar pada 4 April 2024 di Dukuh Kupang. Saat itu, genangan air mencapai setinggi dada hingga kepala orang dewasa di RT 4, RW 7. Namun, dengan adanya perbaikan infrastruktur, kondisi tersebut tidak lagi terjadi.
Dukuh Kupang Barat telah menjadi langganan banjir sejak 1991 akibat topografi rendah dan kapasitas saluran air yang terbatas. Namun, perbaikan gorong-gorong menjadi langkah nyata untuk mengurangi dampak banjir di kawasan ini.
“Proyek ini sangat membantu. Kami berharap pemerintah terus melanjutkan perbaikan, khususnya di saluran-saluran lama seperti di Dukuh Kupang 15,” tutup Mikrah.
Menanggapi hal ini, Eri Cahyadi membenarkan bahwa pada kawasan yang sebelumnya menjadi fokus pembenahan Pemkot, tidak terjadi banjir yang signifikan. Jika terdapat genangan tak butuh waktu lama untuk surut.
“Kalau yang dikerjakan oleh Pemkot sudah tidak ada genangan sama sekali. Tidak seperti dulu yang harus menunggu berjam-jam. Kita akan bertahap menyelesaikan masalah ini. Mohon doa dan partisipasi dari masyarakat Surabaya,” pungkas Eri.(cn03)












