“Kegiatan ini merupakan wujud kesiapsiagaan Kabupaten Tegal dalam menghadapi ancaman bencana alam. Dengan koordinasi dan kesiapan yang matang, kami berharap dapat meminimalisir risiko serta dampak yang ditimbulkan,” ujar AKBP Andi.
Ia juga menyoroti karakteristik geografis Kabupaten Tegal yang kompleks, mulai dari dataran tinggi pegunungan hingga dataran rendah di pesisir pantai utara. Wilayah ini memiliki potensi kerawanan bencana yang bervariasi, seperti longsor di daerah pegunungan dan banjir di kawasan pesisir.
“Beberapa kecamatan yang menjadi perhatian utama meliputi Margasari, Bojong, Bumijawa, Balapulang, dan Suradadi. Namun, bukan berarti kecamatan lain di Kabupaten Tegal dapat diabaikan. Kewaspadaan harus tetap terjaga di seluruh wilayah,” tambahnya.












