Nah, Eri-Armuji pun mengajak mahasiswa bahwa masalah keamanan tak hanya bergantung pihak kepolisian saja, melainkan gotong-royong masyarakat.
“Pak Eri bilang peran mahasiswa itu juga penting untuk menjaga Surabaya. Beliau ingin menghidupkan pos ronda atau gotong-royonh yang selama ini masih kurang dijalani,” tuturnya.
Selain itu, kata Bayu, Wali Kota Surabaya yang sedang cuti itu menyebut bahwa warga khususnya di kampung-kampung cuek terhadap tetangganya sendiri. Untuk saling menjaga keamanan perlunya gotong-royong itu.
“Pak eri bilang di kota Surabaya itu kaya cuek kaya acuh. Karena ditanyai ‘oh saya kita itu saudaramu ternyata bukan’. Seharusnya desa-desa masih banyak pos ronda itu. Makanya pak Eri ingin buat program itu,” jelasnya.












