Ditambahkan, Jatim masih kekurangan bahan baku, bahkan impor bahan baku mencapai 50%. Karena itu, Jatim ingin bekerjasama dengan Australia untuk lebih cepat dan efisien. Australia berinvestasi di Jatim, nilai tambah atau added value bisa segera dilakukan disini karena pasar besar Jatim, serta sekaligus sebagai hub Indonesia Timur.
Jatim, lanjut Pakde Karwo, merupakan daerah agro sehingga proses industri agro menjadi bagian penting di kelompok petani. Sementara, Australia merupakan negara yang sangat berpengalaman di bidang agro dan ketersediaan bahan baku sangat melimpah.












