Menurut Gus Ipul, permasalahan yang ada pada bidang pendidikan baru diketahui Pemprov. Jatim ketika pengelolaan SMA/SMK ditangani Pemprov. Dari sekitar 1.800 SMK di Jatim, 200 diantaranya merupakan SMK negeri dan sisanya adalah SMK swasta. Dari jumlah tersebut, hanya 45 persen yang telah terakreditasi. Sedang gurunya, baik negeri maupun swasta masih banyak yang berstatus GTT (guru tidak tetap).
Ia menambahkan, berdasarkan hasil uji kompetensi guru, kepala sekolah, dan pengawas sekolah diperoleh hasil yang masih memprihatinkan. Uji kompetensi guru menunjukkan nilai 47,8, uji kompetensi kepala sekolah menunjukkan nilai 53,50 dan uji kompetensi pengawas sekolah 43,85.
“Nilai tersebut masih jauh dari yang diharapkan apabila kita menginginkan nilai anak didik sebesar 70,0,” ungkap Gus Ipul.
Karena itu Gus Ipul menyambut baik langkah Lazis (Lembaga Amal Zakat Infak dan Sodakoh) PLN Jawa Timur yang memberikan perhatian kepada guru madrasah di Jawa Timur dengan memberikan pelatihan kepada para guru agar mereka menjadi guru yang berkompeten dan berkarakter.
Selanjutnya ia mengatakan, ada tiga hal yang harus dilakukan para guru, yakni disiplin, berdaya saing, dan mencintai tanah air. Disiplin sangat diperlukan agar bangsa bisa maju. Sementara daya saing, diperlukan untuk meningkatkan keunggulan kompetitif. Pendidikan karakter cinta tanah air saat ini tidak bisa diabaikan.












