“Kami menginap ke rumah-rumah warga petani. Mereka sampaikan pupuk langka. Ibu-ibu sampaikan beras mahal. Ada pula yang mengatakan itu dapat bantuan kita tidak,” ujarnya.
Ganjar melanjutkan bercerita pengalamannya saat menginap di rumah keluarga miskin.
“Pak ganjar saya keluarga tidak mampu apakah dapat akses pendidikan baik. Saya jawab nantinya ibu, satu keluarga miskin satu sarjana gratis. Tidak hanya itu ada juga penyandang disabilitas. Mereka juga harus mendapatkan akses pendidikan yang sama,” jelasnya.












