Ketua Perempuan Bangsa Jatim ini berpendapat, seorang ibu seringkali cenderung berkubang dalam masalah, berfikir panjang dalam zona kemurungan, dan sedikit waktu untuk berefleksi diri dalam menghadapi masalah.
“Sesungguhnya masalah itu, kalau kita tatalaksanakan dengan benar, kemungkinan resikonya akan lebih kecil untuk berdampak kepada kita, kepada anak-anak kita, maupun ditempat lainnya yang kita sayangi,”
Sebagai sesama ibu, Hikmah mengajak untuk saling menguatkan dan memastikan apa saja yang terjadi dibawa dengan suka cita. “Mari kita sama-sama saling menguatkan untuk memastikan kita belajar berbahagia bersyukur dalam bahasa agama. Itu kita refleksikan dengan berbahagia dengan menjadi diri kita hari ini,”
Selaku insan yang bertuhan, lanjut politisi asal Malang ini, manusia yang hanya bisa berusaha. Selebihnya, semua hasil bergantung kepada kekuasaan dan menjadi kewenangan mutlak Allah SWT untuk menentukannya. Dengan bedamai dengan diri sendiri, dan kondisi yang terjadi maka kebahagiaan seorang ibu lebih mudah diraih.











