“Tahun ini diikuti 23 anak dari beberapa wilayah di Surabaya. Insyaallah tahun depan kembali digelar,” ujarnya.
Lebih lanjut Kalam mengatakan, setiap tahun, tema khitanan massal berbeda beda.
“Kalau sebelumnya diarak dengan Barongsai, ada juga pakai kuda yang ditandu. Sekarang diarak pakai kereta kelinci keliling kampung,” terangnya.












