Politisi asal fraksi PDI Perjuangan, itu juga tidak menampik kemungkinan adanya calon Pj Gubernur Jatim dari kalangan TNI atau Polri. Ia mengatakan bahwa semua punya peluang yang sama, termasuk mereka yang tidak diusulkan oleh DPRD Jatim. Namun demikian, Kusnadi kembali menegaskan, bahwa keputusan akhir terkait Pj Gubernur Jatim adalah kewenangan dari pemerintah pusat. “Bisa juga bahwa kita mengusulkan dari 3 nama, tapi kemudian pemerintah pusat memutuskan yang lain, ya bisa-bisa saja,” jelasnya.
“Jadi tidak bisa dikatakan kandidat terkuat, semua punya peluang yang sama. Bahwa mereka-mereka yang mungkin tidak diusulkan juga punya peluang,” lanjutnya.
Namun, Kusnadi berharap bahwa siapapun yang menjadi Pj Gubernur Jatim, nantinya dapat menjaga kondusifitas di Provinsi Jawa Timur. terutama menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2024. Dirinya juga menghimbau kepada seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama bergotong royong dalam menjaga wilayah Jawa Timur. Menurutnya, tidak akan mungkin bisa apabila pengamanan dalam tahun politik ini hanya diserahkan kepada unsur pemerintahan dan keamanan. “Maka yang sering kami imbau sekarang ini adalah mari kita bersama-sama bergotong royong kepada seluruh elemen masyarakat, untuk saling menjaga wilayah kita bersama-sama yaitu Provinsi Jawa Timur,” imbaunya.











