Semua tahu, sambung politisi asli Jember ini, peran vital pondok pesantren, ulama dan santri dalam merebut kemerdekaan RI. “Bahkan ulama dan santri banyak yang gugur dalam merebut kemerdekaan. Bagi saya ini merupakan upaya untuk menghargai sejarah,” jelasnya.
“Apalagi pondok pesantren, merata mulai dari kota hingga pedesaan. Semua tahu kalau kemiskinan masih tinggi terdapat di pedesaan. Tentunya peran pondok pesantren sebagai ujung tombak untuk pengentasan kemiskinan di desa bisa diandalkan melalui pendidikan agama maupun umum,”katanya.
Pondok pesantren, kata Gus Fawait, adalah lembaga pendidikan yang kompleks,dimana didalamnya diajarkan pelajaran agama dan pelajaran dunia. “Semuanya selaras dengan pancasila dimana didalamnya adalah konsep agama Islam. Di setiap sila-sila pancasila diajarkan konsp hablu minnanas dan hablu minaallah,”ujarnya.
Sehingga Apa yang dilakukan Polri, lanjut gus Fawait, bagian dari apresiasi peran pondok pesantren, baik sebelum kemerdekaan maupun mengisi kemerdekaan, sebagai pelayan pendidikan khususnya bagi masyarakat yang tidak mampu.
“Tentunya dalam rangka Idul Adha, merupakan bentuk komitmen Polri untuk menjaga NKRI dengan menghargai peran pondok pesantren dalam memperebut kemerdekaan dan mengisi kemerdekaan dalam menumbuhkan NKRI dan cinta akan nilai-nilai Pancasila,” pungkasnya.











