“Bayangkan apabila semakin banyak balita kita yang kategori stunting maka kualitas dari generasi penerus masa depan di Jatim atau di kabupaten tersebut juga menjadi tidak berkualitas atau terganggu. Makanya Fraksi Partai Gerindra akan memperjuangkan persoalan ini di P-APBD 2023 supaya Pemprov Jatim membantu kabupaten yang angka stuntingnya masih tinggi,” harap politikus asal Jember – Lumajang.
Di wilayah Tapal Kuda, Kab Jember tergolong daerah yang memiliki jumlah penduduk terbesar dan dari sisi ekonomi juga sangat mempengaruhi perekonomian Jatim. Artinya, jika terjadi sesuatu di Kab Jember tentu akan mempengaruhi banyak hal di provinsi.
Kalau angka stunting di Kab Jember tertinggi tentu itu sebuah paradoks. Sebab di Jember ada kampus kampus yang besar seperti Univervitas Negeri Jember, UIN Jember, Politeknik dan lain sebagainya, tapi angka stunting terbesar justru ada disini. “Itu juga pertanda kalau Pemkab Jember tidak mampu mengatasi maka Pemprov Jatim bisa membantu dan turun tangan agar angka stunting di Kab Jember dan beberapa kabupaten lain yang tidak mampu bisa dikurangi,” harap Gus Fawait.
Selain sosialisasi yang sudah direncanakan pemprov Jatim terus digencarkan, Fraksi Partai Gerindra juga menawarkan ide untuk melakukan revolusi putih seperti apa yang digagas oleh Pak Prabowo Prabowo ketum Partai Gerindra.











