Kawasan wisata Kya-Kya Kembang Jepun yang keberadaannya menyusul wisata Tunjungan Romansa, diharapkan akan ikuti dengan tempat wisata ikonik lainnya di wilayah lain Surabaya.
Anas mengatakan, ketika berdiri tempat wisata ikonik yang melibatkan UMKM di Surabaya Timur dan Surabaya Barat, maka akan banyak tempat wisata yang menjadi pilihan warga Surabaya. Sehingga lalu lintas pergerakan ekonomi terdistribusi dengan baik.
” Ini semoga menjadi stimulus munculnya wisata-wisata lainnya di seluruh Surabaya sehingga ini berdampak pada pertumbuhan ekonomi pelaku UMKM yang terdistribusi merata. Tidak hanya di Kya-Kya dan Tunjungan Romansa yang letaknya di utara dan pusat Surabaya. Sehingga mereka bisa tumbuh bersama. Yang ujungnya untuk membangkitkan ekonomi Surabaya,” pungkasnya.(hadi)












