Kapolres Tegal, AKBP Rahmat Hidayat yang turun langsung di lokasi kebakaran mengatakan, dalam upaya pemadaman, petugas gabungan mengalami sejumlah kendala.
Salah satunya karena banyaknya kapal yang berlabuh dan posisinya saling berdekatan. Termasuk kondisi angin yang cukup kencang sehingga kobaran api cepat menjalar dengan mudah.
“Ditambah lagi kapal-kapal yang terbakar itu terbuat dari kayu dan fiber serta banyaknya muatan kapal yang mudah terbakar seperti jaring, jerigen, bahan makan, dan bahan bakar solar,” ungkap Kapolres.
Sementara untuk menyelamatkan kapal-kapal lain yang belum terbakar, lanjut Kapolres, pihaknya berupaya membuka alur kapal untuk keluar. Cara ini bertujuan agar satu persatu kapal bisa bergeser menjauh dari titik lokasi kebakaran.











