“Ternyata tadi kita normalisasi mulai dari ujung saja (Jalan Setro), baru beberapa meter kita sudah dapat empat truk sampah. Isinya ada botol macam-macam termasuk lumpur. Tapi bukan banyak lumpurnya, malah yang banyak sampahnya,” kata Wali Kota Eri.
Oleh sebab itu, ia menegaskan, seharusnya warga yang memiliki usaha dan berdiri di atas saluran, lebih berinisiatif untuk membersihkan. Apalagi saat dilakukan pembokaran penutup saluran, aliran air tidak berfungsi normal karena banyaknya sampah plastik yang menyumbat.
“Sehingga apa? warga ini bisa melakukan kerja bakti, sehingga tidak banjir. Karena tadi kita lihat salurannya berhenti semua. Jadi saluran di Jalan Raya (Setro Baru) ini tidak berfungsi, karena sudah tertutup sama sampah,” ungkap dia.
Terlebih lagi, di lokasi juga terlihat penutup saluran dicor permanen tanpa diberi celah. Sehingga tidak mungkin dilakukan normalisasi saluran ketika penutup saluran itu tidak dibongkar. Wali Kota Eri menginstruksikan jajarannya untuk membongkar penutup saluran itu menggunakan alat berat.
Tak hanya masalah penutup saluran yang menjadi kendala saat normalisasi. Ketika di lokasi, Wali Kota Eri juga menemukan adanya pabrik keramik yang berada di Jalan Lebak Jaya I Utara, membangun bak sampah permanen tepat di atas saluran. Hal itu pun lantas mengakibatkan aliran air tidak berjalan normal karena tersumbat.
Sontak, sang pemilik pabrik langsung dipanggil dan diberikan teguran. Bahkan, Kapolsek Tambaksari, Kompol Muhammad Akhyar yang hadir mengikuti kerja bakti, juga memberikan teguran langsung kepada pemilik usaha agar tidak lagi membuang sampah di atas saluran. Sementara bak sampah permanen yang berdiri di atas saluran, langsung dilakukan pembongkaran.












