“Yang terpenting adalah bagaimana menggerakkan gairah umat Islam dalam membangun yang didasari nilai luhur yang bersumber dari Al-Quran,” imbuhnya.
Gus Muhdlor juga berpesan kepada para kafilah agar senantiasa menjaga protokol kesehatan selama berada di Pamekasan. Terutama kepada para pembina agar selalu menjaga kesehatan para peserta. Bagaimanapun juga 52 peserta ini ialah putra-putri terbaik daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Gus Muhdlor juga menyampaikan tahun 2022 akan dibuat Perda pendidikan baca tulis Al-Quran. Perda tersebut sebagai acuan syarat masuk SMP Negeri yang mewajibkan bisa baca tulis Al-Quran. Rencana tersebut masuk dalam Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) yang baru.
“Ini penting, ini yang akan kita dorong dan kita pastikan, karena saya yakin ketika suatu daerah itu pembangunan manusianya selalu diiringi dengan Al-Quran saya yakin keberkahan akan turun didaerah itu,” ujarnya. (anto)










