Pergantian yang dilakukan tersebut pun cukup cepat. Mengingat masa kerja pimpinan komisi yang baru satu tahun dari satu periode anggota dewan (lima tahun).
Sadad yang juga wakil Ketua DPRD Jatim menampik anggapan ini. Sadad menyinggung rotasi AKD yang dilakukan Fraksi PKB yang justru dilakukan lebih awal.
Kata Sadat, diawali rotasi Fraksi PKB di DPRD Jatim diawali terpilihnya Abdul Halim Iskandar sebagai Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) tahun lalu. Halim yang sebelumnya menjabat Wakil Ketua DPRD Jatim dari Fraksi PKB, lantas digantikan Anik Maslachah. Posisi Anik di Ketua Fraksi PKB digantikan Fauzan Fuadi yang sebelumnya Wakil Ketua Komisi C DPRD Jatim. Selanjutnya, Fauzan lantas melepas posisi Wakil Ketua Komisi C dan digantikan Ma’mulah Harun.
“Ini bukan pergantian pimpinan yang pertama. Prinsipnya, partai menganggap kinerja Pak Fawait yang sudah cukup baik akan semakin efektif di Komisi beliau yang baru,” tegas Sadad.
“Semua keputusan yang diambil Fraksi sudah melalui banyak pertimbangan. Prinsipnya, biasa saja kalau partai menugasi setiap posisi,” lanjutnya.
Bahkan Sadat juga menampik anggapan rotasi tersebut karena adanya gejolak di internal partainya. Ia justru menyebut berbagai capaian Fawait selama memimpin Komisi yang membidangi keuangan ini.












