Ketua DPK GMNI Slawi, Gilang Rohmanur Firdaus, menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah spontanitas kader. Mereka menilai bahwa Desa Semedo merupakan asset bangsa yang harus dijaga. Terlebih salah satu rumah adalah milik Duman yang notabene merupakan satu dari empat pelopor situs purbakala semedo. “Kita harus mampu melakukan sesuatu yang semampu kita demi menjaga asset bangsa.” Tambahnya.
Sementara itu Wakil Ketua Bidang Advokasi DPC GMNI Tegal, Giwantoro, menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan wujud kepedulian kader GMNI sebagai pejuang pemikir-pemikir pejuang terhadap persoalan rakyat bawah. Ia berharap bahwa pemerintah mampu membuat kebijakan untuk persoalan banjir di Semedo segera berakhir karena disinyalir banjir ini bisa berlanjut terkait adanya cuaca ekstrim. “Pemerintah dan masyarakat harus memiliki pemahaman yang sama dalam penataan lingkungan.” ujarnya. ( Agung/Dasuki)












