“Sejarah pada 10 Nopember tidak bisa dilupakan,” ucapnya.
Menurut Armudji, peran Bung Tomo tidak bisa dianggap sebelah mata. Lewat pekik suaranya, Bung Tomo mampu menggerakkan seluruh warga untuk melawan penjajah.
“Semangat arek-arek Suroboyo berkobar karena pekik suara Bung Tomo,” paparnya.
Usai dari makam Bung Tomo, Eri dan Armudji menuju ke makam Dr Soetomo, pendiri organisasi pergerakan Budi Utomo. Dr Soetomo adalah penggerak Kongres Indonesia Raya yang dihadiri oleh Bung Karno, hanya sesaat setelah proklamator RI itu keluar dari penjara Sukamiskin, Bandung.
Itu merupakan peristiwa pertama yang dihadiri Sukarno sejak keluar dari penjara, dan langsung membakar semangat arek-arek Suroboyo.












