Alumni UNDIP itu juga mengajak seluruh anggota KORPRI untuk terus bergerak mencari terobosan, terus melakukan inovasi dan meninggalkan pelayanan yang ruwet, berbelit-belit yang menyulitkan rakyat. Karena kecepatan melayani menjadi kunci reformasi birokrasi.
Pun demikian dengan panjangnya rantai pengambilan keputusan untuk harus dipotong, dipercepat dengan cara penerapan teknologi. Karena di era persaingan antarnegara yang semakin sengit seperti saat ini jika lambat, pasti akan tertinggal. Umi juga mengingatkan untuk mengurangi kegiatan seremonial yang sifatnya rutinitas dan lebih meningkatkan produktivitas serta berorientasi pada hasil.
“Tugas birokrasi adalah memastikan rakyat terlayani dengan baik serta program-program pembangunan betul-betul terdelivered, dirasakan manfaatnya oleh rakyat. Sekadar melayani saja tidak cukup, pelayanan yang diberikan harus baik dan diimbangi dengan kemudahan serta kecepatan,” kata Umi.












