Menurut dia, berbagai metode geofisika, metode town watching, dan pengembangan sistem pemantauan pada daerah VHG telah dan akan terus dilakukan dalam eksplorasi dan pemantauan VHG untuk sebagai langkah mitigasi bencana.
“Harapan kami, bidang ilmu serta institusi maupun instansi lainnya bisa berkolaborasi untuk pengembangan volcano hosted geothermal dengan peningkatan skala, baik spasial, temporal maupun kemanfaatannya untuk diaplikasikan secara luas dan mempunyai dampak nilai ekonomi, sosial, iptek, budaya dan ketahanan energi serta lingkungan yang harmoni,” katanya.
Sukir, profesor ke-250 Universitas Brawijaya, mengatakan bahwa potensi geothermal bisa dimanfaatkan sebagai sumber energi, baik secara langsung maupun tidak langsung.












