Program LSLC ini bersinergi dengan pembinaan profesi, penjaminan mutu internal dan penguatan inovasi pembelajaran di sekolah dalam menjawab tantangan pembelajaran abad 21.
Melalui program LSLC tersebut, 64 SMP yang tersebar di 8 Zona (Padang, Bengkulu, Bogor, Jogja, Gresik, Malang, Kediri, dan Lombok) akan melakukan lokakarya, open plan, open class dan refleksi pembelajaran mulai bulan November 2019.
Semangat menggalakkan kembali Lesson Study (LS) yang sudah berkembang menjadi Lesson Study for Learning Community ini didorong oleh keinginan pemerintah untuk membangun budaya belajar secara mandiri, baik pada guru maupun siswa.
Program pendampingan LSLC berbasis zonasi ini, untuk zona Malang raya yang ditunjuk sebagai implementor adalah sejumlah SMP di Kota Wisata Batu. Tim konsultan LSLC di Zona Malang digawangi oleh tim LSLC FKIP UMM ditambah dari UM.
Team LSLC FKIP UMM terpilih sebagai pendamping sekolah tidak dapat dilepaskan dari reputasi tim FKIP yang telah melakukan inisiasi LSLC di Malang raya sejak tahun 2012.
Tim LSLC FKIP juga telah mendampingi implementasi LSLC di sekolah, bahkan mempromosikan karya tulis guru berbasis LSLC sampai publikasi tereputasi.












