“Bahasa-bahasa yang dipakai dalam postingannya harus kreatif, orang kan jadi seneng bacanya. Sehingga nantinya postingan dari kita akan selalu ditunggu-tunggu pembaca. Ini bisa jadi salah satu strategi marketing kita berwirausaha,” imbuhnya.
Bagi mereka yang ingin mulai berwirausaha, namun masih bingung menentukan usaha apa yang akan dilakukan. Menurut Riski dapat dilakukan dengan apa yang menjadi kegemarannya. Misalnya bagi mereka yang menyukai aksesoris, dapat berjualan aksesoris.
“Memulai usaha bisa dari hobi, dari apa yang kita sukai. Jangan pernah takut nyoba, mungkin produk yang akan kita jual sudah ada di pasaran, tapi seiring berjalannya waktu baru akan terlihat ciri khas dari produk kita,” tukas Riski.
Peserta yang hadir dalam pelatihan tersebut adalah UKM Perempuan dari area Surabaya dan sekitarnya. Surabaya merupakan kota kedua setelah sebelumnya diadakan di Kota Malang akhir Agustus lalu dengan tema yang berbeda. Untuk kota selanjutnya akan diadakan di Semarang dan Bali dengan tema yang sesuai dengan kebutuhan UKM di area tersebut.
Program Sisternet terus berupaya untuk menjadi pelopor dalam menginisiasi solusi bagi banyak permasalahan sosial yang berkaitan dengan pemberdayaan wanita Indonesia. Salah satunya adalah pemanfaatan teknologi dalam kehidupan sehari-hari untuk menjembatani kesenjangan digital yang dianggap dapat menjadi akses bagi para perempuan Indonesia untuk terus maju.(rur)












