Diceritakan Kapten Inf Paryanto setiap hari, Sarwi, seorang pria yang dikaruniai seorang putra dan empat orang cucu ini i harus menempuh jarak dalam skala kilometer untuk menuju kesawah miliknya di utara gunung batur. Tanpa mengenal lelah, ia tetap bersemangat melanjutkan hidupnya yang bergantung dari hasil pertanian. Luas lahan pertaniannya memang tidak begitu luas, tetapi dari lahan itulah kehidupan sehari-harinya tercukupi.
Luas bangunan miliknya juga tidak luas, bahkan sangat minimalis. Tetapi rumah ini memberi kehangatan dikala malam hari tiba, dan memberikan perlindungan saat hujan mengguyur. Baginya, kehadiran TNI bersama warga desa benar-benar menjadi penantian saat pagi hari, dimana proses pengerjaan dimulai.












