Mayoritas sumur galian warga sudah mengering, atau warga mengandalkan PAM Desa yang debitnya kadang tidak mencukupi keperluan sehari-hari.
“Warga yang rumahnya belum tersentuh PAM desa memanfaatkan air telaga untuk keperluan sehari-hari atau menyiapkan bak penampungan. Warga juga sudah ada yang membeli air, bahkan ada yang sejak Januari lalu,” ucap Winarno.
Selain menyiapkan distribusi air bersih, tim juga akan memaksimalkan program sumur wakaf yang dikelola oleh Global Wakaf–ACT di Gunungkidul.
Sampai saat ini jumlah Sumur Wakaf yang telah dibangun di Kabupaten Gunungkidul dan sekitarnya telah mencapai 18 titik dengan kedalaman beragam dari 50 meter hingga 100 meter.
“Semoga ikhtiar kita dengan melakukan dropping air bersih maupun pembangunan sumur wakaf dapat membantu puluhan ribu warga Gunungkidul yang kini terdampak kekeringan,” kata Kepala Cabang ACT Daerah Istimewa Yogyakarta, Bagus Suryanto.(ant/wan)












