Kapal tersebut merupakan kapal penangkap cumi. Posisi kapal terbakar berada di timur Pulau Peniki. Ada 18 ABK, termasuk nakhoda.
“Korban yang ditemukan sebanyak 17 orang, di mana 14 korban selamat, 3 meninggal, dan 1 orang belum ditemukan,” lanjutnya.
Kapal tersebut berangkat dari Muara Baru, Jakarta Utara, pada 16 Februari 2019. Karena mengalami kerusakan mesin, kapal tersebut kembali ke Jakarta pada Senin (11/3).











