Kepedulian masyarakat terhadap sampah plastik sangat dibutuhkan, mengingat Indonesia tergolong nomor dua peringkat pengguna plastik di dunia sehingga dampak limbah plastik juga perlu penanganan lebih maksimal hingga pemerintah membuat aturan pengurangan penggunaan tas kresek (plastik).
Khusus menyangkut pemenuhan memenuhi kebutuhan masyarakat akan air bersih, pihaknya juga sangat mendukung DLH Jatim karena hal itu sejalan dengan prioritas 99 hari kinerja Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawangsa yang fokus memperbaiki kondisi lingkungan sungai.“Dalam P-APBD Jatim mendatang persoalan ini tentu perlu dibahas lebih teknis khususnya menyangut kebutuhan anggarannya sebab persoalan ini juga menjadi prioritas Gubernur Khofifah,” kata Edi.
Seperti diberitakan sebelumnya, Pemerintah Provinsi, melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jatim menargetkan, indek kualitas air tahun ini meningkat dibanding sebelumnya. Kepala DLH Jatim, Diah Susilowati di Surabaya, Senin (11/3) menjelaskan, musim hujan mebuat kualitas air membaik karena ada akumulasi dari air hujan. “Namun secara teknis sebetulnya terus diupayakan meningkat karena indek kualitas air Jatim baru 52,66 dan tahun ini ditargetkan meningkat menjadi 55-56, dengan kondisi COD dan BOD masih di kelas 3 menuju ke kelas 2, sehingga belum bisa masuk kelas 1,” ungkapnya.












