Menurutnya, semua pihak termasuk masyarakat harus ikut berperan untuk menekan peningkatan jumlah penderita kanker. Selain itu, YKI juga terus melakukan komunikasi dan memberi informasi serta edukasi lewat penyuluhan kepada masyarakat.
“Ini bentuk upaya promotif kita yang bisa menekan biaya, karena jika sudah kuratif biaya yang dibutuhkan sangat besar,” ujar Bude Karwo sembari menambahkan di RSUD Dr. Soetomo antrian untuk kemoterapi cukup lama karena jumlah alat dan pasiennya tidak sebanding.
Selain itu, dalam rangka preventif YKI cabang Jatim bekerjasama dengan Pemprov Jatim juga telah melakukan deteksi dini untuk kanker serviks melalui IVA test. Sampai dengan tahun 2018 lalu, jumlah deteksi dini lewat IVA test sudah mencapai 534 ribu. “Jumlah penderita kanker payudara memang paling tinggi, namun penyebab kematian yang tertinggi masih kanker serviks,” imbuhnya.












