Menurut dia, program Bidikmisi dapat memotong mata rantai kemiskinan karena anak-anak dari keluarga kurang mampu yang berprestasi dapat menyelesaikan pendidikan tinggi. Dengan demikian, daya saing SDM nasional dapat terus meningkat.
Penambahan kuota tersebut juga sesuai instruksi Presiden, dimana prioritas pembangunan akan digeser dari infrastruktur ke pembangunan sumber daya manusia. Sebanyak, 80 persen penerima bantuan Bidikmisi tahun 2018 telah menunjukan prestasi dengan meraih Indeks Prestasi Komulatif (IPK) di atas 3.00.
Lebih lanjut dikatakannya, program bidikmisi diakui sangat barmanfaat bagi masyarakat karena memiliki peluang besar untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik.
Seperti diketahui, Bidikmisi merupakan bantuan biaya pendidikan bagi calon mahasiswa tidak mampu secara ekonomi dan memiliki potensi akademik baik untuk menempuh pendidikan di perguruan tinggi pada program studi unggulan sampai lulus tepat waktu.












