Presiden juga meminta agar warga pemilik sertifikat tidak gegabah untuk segera mengagunkan sertifikat tersebut. Ia meminta agar ketika ingin meminjam uang di bank dihitung dengan benar, termasuk apakah mampu untuk mengangsur atau tidak.
Selain itu, Presiden juga berharap warga tidak konsumtif ketika sudah mendapatkan uang yang banyak dari hasil pinjam dengan menggadaikan sertifikat, misalnya untuk membeli mobil. Diharapkan, uang yang didapatkan bisa sebagai modal usaha, sehingga bisa lebih bermanfaat.
“Jika pinjam ke bank hati-hati. Dihitung dulu, dikalkulasi, bisa angsur tiap bulan. Pinjam bisa, angsur tidak bisa hilang sertifikatnya,” kata dia.
Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan kerja di sejumlah kabupaten Jatim, salah satunya Kabupaten Blitar. Presiden meninjau irigrasi Lodoyo, di Kelurahan Jegu, Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar melihat hasil pekerjaan rehabilitasi saluran irigasi Lodoyo tersebut. Presiden juga meninjau proyek pengendalian banjir Kali Bogel, Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar.
Dalam kegiatan itu, sejumlah pejabat ikut serta seperti Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Sofyan Djalil, Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono, Sekretaris Militer Presiden Marsda TNI Trisno Hendradi, Staf Khusus Presiden Ahmad Erani, dan Komandan Paspampres Mayjen TNI Maruli Simanjuntak, Gubernur Jatim Soekarwo dan sejumlah tamu undangan lainnya. (ant/rur)












