Cakrawala Jatim

TNI AD dan SAF Singapura Latihan Bersama di Situbondo

×

TNI AD dan SAF Singapura Latihan Bersama di Situbondo

Sebarkan artikel ini

Setelah 30 tahun berjalan, tandas Letjen Tatang, Latma Safkar Indopura telah mengalami perkembangan yang sangat pesat, terlebih dalam membangun interoperabilitas kedua Angkatan Darat tersebut. “Dengan demikian, saya meyakini jika nantinya kedua pasukan tersebut, akan mampu menghadapi setiap tantangan. Baik di lingkup nasional kedua negara maupun regional Asia di masa depan,” katanya.

Indonesia saat ini, imbuh Wakasad, telah memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk arah perkembangan dunia di masa depan. Untuk itu, dirinya berharap, latber yang digelar saat ini bisa lebih meningkatkan kapasitas, kapabilitas dan profesionalisme kemampuan militer masing-masing prajurit. “Untuk itu manfaatkan latihan itu dengan sebaik-baiknya, dengan penuh keseriusan,” tegas jenderal TNI bintang tiga tersebut.

Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) V/Brawijaya, Kolonel Inf Singgih Pambudi Arinto, menyebut Latber antar kedua Angkatan Darat tersebut ditujukan untuk meningkatkan hubungan, baik militer kedua negara, sekaligus memudahkan koordinasi jika sewaktu-waktu terjadi operasi bersama. Latma Safkar Indopura ke-10, kata Kolonel Singgih, akan digelar selama 8 hari, tepatnya mulai tanggal 12 hingga 19 Nopember.

“Latihan itu, melibatkan 290 personel TNI-AD yang dipimpin oleh Komandan Brigade Infantri (Danbrigif) 16/Wira Yudha, Kolonel Inf Slamet Riadi, dan 170 personel personel Batalyon 3 Singapores Armed Force (SAF),” jelas Kapendam V/Brawijaya. Dari TNI AD, kata Kolonel Singgih, terdiri dari 27 personel 16/Wira Yudha, 117 pesonel Yonif Mekanis 512/QY, 116 personel Yonif Mekanis 516/CY dan 30 personel Yonkav 8/2- Kostrad. Sedangkan, dari SAF sendiri, telah menerjunkan 170 personel dari Batalyon 3 Singapores.

Usai upacara pembukaan Latber, berbagai macam persenjataan dan peralatan militer pun dipamerkan. Antara lain pistol G2, beberapa varian senapan serbu SS 2 Pindad, canon, SM 5, SM 2, SO Minimi, GLM yang keseluruhannya merupakan buatan PT Pindad. TNI AD, dalam latihan ini mengerahkan alutsista buatan dalam negeri yaitu ranpur Anoa Armoured Personnel Carrier (APC), atau sejenis kendaraan tempur angkut dan 1 jenis Anoa Komando.

Berbagai kecanggihan telah melengkapi ranpur tersebut. Selain sistem kendali otomatis, ranpur tersebut juga dilengkapi dengan layar CCTV yang terpasang di setiap senjata. CCTV itu, berguna untuk melihat keadaan selama di medan perang. Tidak hanya itu saja, laras senjata akan berubah-ubah posisi secara otomatis untuk mengarahkan sasaran sesuai gerakan joystick. Kendaraan tempr ini dilengkapi senapan mesin kaliber 12,7 mm, senapan mesin kaliber 7,2 mm dengan granat C1540 PGL.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *