Selain berpesan agar santri menjaga ukhuwah Islamiyah dan ukhuwah watoniyah, Jokowi berpesan agar umat tidak saling mencela, menjelekkan, serta memfitnah. Menurut dia, perilaku itu kerap muncul menjelang pemilihan umum. Para santri pun perlu memeriksa setiap informasi yang diterima untuk menghindari kabar bohong.
“Hati-hati. Tolong disaring,” ucapnya. Jokowi meminta para santri menghormati perbedaan pilihan politik antarumat.
Peringatan Hari Santri Nasional ini adalah yang ketiga sejak pemerintah menetapkannya melalui Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015 tentang Hari Santri. Selain di Bandung dan Surakarta, peringatan Hari Santri digelar di Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, dan acara pembentangan bendera Merah Putih oleh ribuan santri di halaman kantor DPRD Sumatera Selatan.












