Cakrawala Ekonomi

Laut Nusantara, Aplikasi untuk Meningkatkan Produktivitas Nelayan

×

Laut Nusantara, Aplikasi untuk Meningkatkan Produktivitas Nelayan

Sebarkan artikel ini
(ki-ka) Kepala Badan Riset Sumberdaya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDMKP) Prof. Ir. R. Sjarief Widjaja, Ph.D, FRINA, Direktur Teknologi XL Axiata, Yessie D. Yosetya dan Kepala BROL, Dr. I Nyoman Radiarta, M.Sc meninjau Ground Station/ stasiun bumi penerima data satelit pertama di Asia Tenggara yang berada di kantor Badan Riset & Observasi Laut ( BROL ).

Berbarengan dengan peluncuran aplikasi Laut Nusantara ini, XL Axiata menyerahkan paket smartphone dan data XL Axiata kepada komunitas nelayan di Desa Perancak, Kabupaten Jembrana, Bali. Pada smartphone tersebut sudah tersedia aplikasi “Laut Nusantara” dan paket data selama 1 bulan.

Selain informasi berbasis data untuk meningkatkan produktivitas kerja, aplikasi Laut Nusantara juga menyajikan informasi yang bersifat edukasi mengenai potensi dan isu kelautan lainnya.

Informasi dan data tersebut antara lain mencakup keberadaan terumbu karang, pelestarian biota laut, hingga ancaman pencemaran. XL Axiata dan BROL akan terus mengembangkan aplikasi ini sehingga manfaatnya bisa menjadi lebih luas lagi.

Untuk melengkapi upaya edukasi bagi masyarakat nelayan mengenai pemanfaatan teknologi digital, XL Axiata juga menyelenggarakan kelas program Sisternet bagi kalangan perempuan masyarakat nelayan di Desa Perancak, Jembrana. Kelas Sisternet akan memberikan edukasi mengenai pemanfaatan teknologi digital.

Kelas Sisternet akan memberikan edukasi mengenai pemanfaatan internet/teknologi digital yang tujuannya untuk meningkatkan peran serta kaum perempuan, baik dalam ekonomi keluarga maupun lingkungan. Kelas ini akan mengajarkan kepada istri dari para nelayan mengenai internet dasar dan media sosial sebagai sarana pemasaran.

Melalui kelas ini, XL Axiata berharap para istri nelayan tersebut akan memiliki pemahaman yang lebih dalam mengenai keunggulan teknologi internet, ekonomi digital, serta potensi ekonomi di desa mareka masing-masing yang bisa dikembangkan dengan memanfaatkan teknologi digital/internet terutama dalam pemasaran atau promosi. Program ini akan berjalan selama 1 hari. Setelah mengikuti kelas ini, diharapkan para peserta bisa menerapkannya di kehidupan sehari-hari.(rur)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *