Surabaya Marathon 2026 mengusung konsep City Run yang kental dengan nilai sejarah. Sepanjang rute, para peserta termasuk pelari internasional akan dimanjakan dengan pemandangan lebih dari 10 situs bersejarah dan ikon legendaris Kota Surabaya. Beberapa di antaranya adalah Balai Pemuda, Balai Kota Surabaya, Tugu Pahlawan, Jalan Tunjungan, Kawasan Kota Lama hingga Bundaran Hotel Majapahit.
“Kita ingin menunjukkan bahwa Surabaya ini adalah Kota Pejuang. Lewat rute ini, wisatawan dan pelari bisa berolahraga sekaligus mengenal situs-situs sejarah kita,” tambahnya.
Terkait manajemen jalan, Pemkot Surabaya bersama APPBI Jatim saat ini tengah intens berkordinasi dengan Polrestabes Surabaya. Rencananya, akan ada sekitar 11 hingga 12 ruas jalan yang akan disterilkan atau dilakukan rekayasa lalu lintas.
Wali Kota Eri juga menyampaikan permohonan maaf kepada warga Surabaya atas potensi gangguan lalu lintas yang terjadi pada tanggal 2 Agustus mendatang.
“Melalui maraton ini, kita mengenalkan Surabaya ke seluruh dunia. Jika wisatawan datang, Pendapatan Asli Daerah (PAD) akan meningkat. Uang berputar untuk warga, sehingga program sekolah gratis, kesehatan gratis, dan pembangunan infrastruktur bisa terus berjalan,” paparnya.












