“Setiap konser musik pasti ada pedagang air mineral yang berjalan berkeliling dan juga pelaku UMKM yang lain pasti akan merasakan manfaatnya, jadi Pemkot Surabaya bisa melaksanakan pepatah sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui, tujuan menyediakan sarana hiburan dapat, membantu UMKM bertahan hidup terpenuhi,” paparnya.
Politisi yang tengah menyusun buku keduanya itu juga menyoroti derasnya arus informasi di media sosial yang dinilai dapat memicu kejenuhan di tengah masyarakat. Menurutnya, tidak semua orang memiliki energi dan kemampuan untuk menyaring informasi secara tepat di tengah aktivitas sehari-hari.
“Kalau orang mampu mungkin dia akan pergi ke café untuk mendengarkan live music agar lepas dari kepenatan hidup, lha kalau saudara kita yang belum mampu yang tidak bisa datang ke café, maka kepenatannya tidak tersalurkan, sehingga berpotensi menciptakan disharmonisasi dalam rumah tangga,” jelasnya.
Mantan Ketua Komisi A DPRD Surabaya itu menambahkan, saat ini arus informasi terkait kondisi ekonomi berkembang sangat cepat, baik dari pihak yang memiliki kompetensi maupun yang tidak memiliki kapasitas namun memiliki tujuan tertentu.












