Cakrawala DaerahCakrawala JatimCakrawala NewsHeadline

Pemkab Sumenep Lestarikan Tradisi Melalui Festival Ketupat di Pantai Lombang

×

Pemkab Sumenep Lestarikan Tradisi Melalui Festival Ketupat di Pantai Lombang

Sebarkan artikel ini
Festivak Ketupat Sumenep.
Festivak Ketupat Sumenep.

Sumenep, Cakrawalanews.co – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Jawa Timur berupaya melestarikan tradisi dan budaya masyarakat saat merayakan Lebaran pada momentum Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah kali ini melalui Festival Ketupat.

“Selain untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus menjaga warisan budaya agar tetap lestari, kegiatan ini juga dimaksudkan untuk menjaga nilai-nilai kebersamaan dan gotong royong yang selama ini tumbuh dan berkembang di masyarakat,” kata Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Faruk Hanafi saat memantau kegiatan itu di Pantai Lombang, Sumenep, hari Kamis tanggal 26 Maret 2026.

Ratusan peserta ikut memeriahkan festival ini dengan membuat berbagai jenis ketupat yang memang dikenal oleh masyarakat setempat.

Menarik Dibaca:  Purbaya sebut Potensi Efisiensi Program MBG Capai Rp40 Triliun per Tahun

Di antaranya ketupat bekal atau dalam bahasa Madura disebut topa’ sangoh, topa’ toju’ atau ketupat duduk, topa’ kope’ yang merupakan ketupat berbentuk ikan, bahkan ada juga topa’ jharan yang berbentuk seperti kuda.

Para peserta yang kebanyakan merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Sumenep terlihat sangat antusias mengikuti festival tersebut.

Menurut Hanafi, Festival Ketupat 2026 yang telah menjadi bagian dari kegiatan tahunan Pemkab Sumenep itu diadakan dalam dua jenis kompetisi, yaitu lomba menganyam ketupat dan membuat menu makanan dari ketupat.

Menarik Dibaca:  Pemprov Jatim Siapkan Bantuan Benih Padi untuk Petani Terdampak Banjir Pasuruan

Lomba menganyam kreasi ketupat diikuti oleh masyarakat umum, sedangkan membuat menu ketupat melibatkan peserta dari para ASN perangkat daerah, pegawai, serta pemilik hotel dan restoran.

“Selain untuk melestarikan budaya dan tradisi yang memang sudah ada di masyarakat, festival ketupat ini kami gelar juga dalam rangka mendorong peningkatan ekonomi warga,” kata Hanafi.

Festival Ketupat ini juga menjadi bagian dari sarana edukasi budaya bagi generasi muda agar tetap mengenal dan mencintai tradisi daerahnya, sehingga warisan budaya tidak akan tergerus oleh perkembangan zaman.(wan/an)

Menarik Dibaca:  Stok Bahan Pokok di Kediri Pasca-Lebaran Dipastikan Aman dan Terjangkau

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *