Cakrawala BirokrasiHeadlineIndeks

Antisipasi Lonjakan Pendatang Usai Lebaran, Eri Cahyadi Minta Pendatang Wajib Lapor ke RT/RW

×

Antisipasi Lonjakan Pendatang Usai Lebaran, Eri Cahyadi Minta Pendatang Wajib Lapor ke RT/RW

Sebarkan artikel ini
Eri Cahyadi minta pendatang wajib lapor RT RW Surabaya pasca Lebaran
Eri Cahyadi minta pendatang wajib lapor RT RW Surabaya pasca Lebaran

Surabaya, CakrawalaNews.co – Lonjakan pendatang usai Lebaran mulai diantisipasi Pemerintah Kota Surabaya. Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meminta pengawasan diperketat hingga tingkat RT/RW dan menegaskan setiap pendatang wajib melapor guna menjaga ketertiban dan keamanan kota.

Hal tersebut disampaikan Eri dalam kegiatan halal bihalal di Balai Kota Surabaya, Rabu (25/3/2026), menyusul meningkatnya mobilitas penduduk pasca arus mudik.

“Pasca lebaran, kuatkan tali silaturahmi, tingkatkan wilayahnya, penjagaannya, karena kita harus menjaga Surabaya dari urbanisasi,” ujar Eri.

Ia menekankan, arus pendatang yang masuk ke Surabaya perlu dikelola dengan baik agar tidak menimbulkan persoalan sosial di kemudian hari. Karena itu, peran RT dan RW dinilai menjadi kunci dalam memastikan setiap pendatang terdata secara administratif.

Menarik Dibaca:  Purbaya sebut Potensi Efisiensi Program MBG Capai Rp40 Triliun per Tahun

“Maka saya mohon kepada RT/RW, kalau ada yang masuk ke dalam Kota Surabaya, tolong dilihat, dipastikan, dia memiliki pekerjaan atau tidak, dan dipastikan bahwa KTP-nya harus lapor,” ujarnya.

Menurut Eri, pendataan tidak hanya berlaku bagi pendatang yang menetap, tetapi juga bagi mereka yang tinggal di rumah indekos. Hal ini penting untuk memastikan mobilitas penduduk tetap terkontrol.

“Karena kan kalau kos tidak memiliki KTP Surabaya, tapi melaporkan dirinya. Dan ini harus dikuatkan oleh RT/RW, agar Surabaya tidak penuh dengan urbanisasi,” tegasnya.

Menarik Dibaca:  Pemprov Jatim Siapkan Bantuan Benih Padi untuk Petani Terdampak Banjir Pasuruan

Selain aspek pengawasan, Eri juga mengajak masyarakat memaknai bulan Syawal sebagai momentum memperkuat nilai-nilai sosial yang telah dibangun selama Ramadan.

“Jadi di bulan Syawal ini, kita punya semangat untuk saling memaafkan. Saling memaafkan tidak hanya di dalam lisan saja, tapi dalam setiap tingkah dan perbuatan,” pesannya.

Ia menambahkan, nilai-nilai yang dilatih selama Ramadan, seperti pengendalian diri dan kepedulian sosial, perlu terus dijaga dalam kehidupan sehari-hari.

“Maka setelah bulan Ramadan, masuk di Syawal ini, mari kita punya semangat yang berlipat untuk menjalankan apa yang sudah kita latih di Ramadan untuk kita jalankan di bulan Syawal ini,” pungkasnya

Menarik Dibaca:  Pemkab Jember Siapkan Skema WFH dan Belajar Daring Demi Efisiensi Energi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *