Scrol ke Bawah
Example 300x600
Cakrawala DaerahCakrawala EkonomiCakrawala HobiCakrawala JatimCakrawala NewsHeadline

Pemkab Banyuwangi Dorong Pengembangan Melon Hidroponik Kualitas Premium

×

Pemkab Banyuwangi Dorong Pengembangan Melon Hidroponik Kualitas Premium

Sebarkan artikel ini
Buah hasil dari teknik hidroponik.jpg
Buah hasil dari teknik hidroponik.jpg

Cakrawalanews.co-Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, terus memberikan dorongan bagi warganya untuk mengembangkan potensi pertanian modern, salah satunya melalui budi daya tanaman melon dengan sistem hidroponik.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani secara langsung mencontohkan keberhasilan budi daya buah melon yang dikembangkan di Villa Green House, Dusun Tegalgondo, Desa Kajarharjo, Kecamatan Kalibaru. Saat meninjau lokasi tersebut pada Rabu, Bupati Ipuk turut berpartisipasi dalam kegiatan panen dan mengapresiasi kualitas hasil tani yang ada.

Konten Sponsor

“Ada beberapa jenis melon kualitas premium yang ada di sini, tapi saya ikut panen salah satunya yakni jenis melon kirin. Yang jelas, melon di sini itu semua tipenya yang renyah,” kata Ipuk saat meninjau pertanian tersebut, Rabu. Tanaman melon di wilayah selatan Banyuwangi ini dikembangkan di lahan seluas kurang lebih 10×50 meter dengan populasi sekitar 7.500 tanaman. Sistem yang digunakan adalah hidroponik drip irrigation, yang memungkinkan suplai air serta nutrisi diberikan secara terkontrol ke setiap pohon secara presisi.

Menarik Dibaca:  Bank Jatim Berdayakan UMKM Surabaya Lewat JConnect Ramadan Vaganza 2026

Di lokasi tersebut, terdapat tiga varietas utama yang dibudidayakan, yaitu melon kirin atau golden kirin yang berwarna kuning bernet, sweet hami berkulit hijau, serta golden aroma dengan kulit hijau dan daging buah berwarna oranye. Dengan pengelolaan yang intensif, pertanian greenhouse yang dikelola secara perorangan ini mampu memanen sekitar 1.000 buah melon setiap dua pekan.

Terkait hal ini, Bupati Ipuk menegaskan bahwa produksinya sudah tertata dengan baik dan merupakan contoh pertanian modern yang patut terus dikembangkan, sehingga ia meminta Dinas Pertanian untuk terus memberikan pendampingan.

Menarik Dibaca:  Pelatihan Artificial Intelligence Tingkatkan Kompetensi Personel Polres Tegal

Imam Badrus Soleh selaku pengelola greenhouse menjelaskan bahwa usaha budi daya melon di lokasi tersebut telah berjalan selama dua tahun. Sebelum beralih ke melon, lahan tersebut sempat ditanami cabai, namun kemudian diputuskan untuk fokus pada melon karena kondisi lingkungan yang lebih mendukung.

“Rata-rata produksi per pohon bobotnya itu 1,5 sampai 2 kilogram. Melon ini umurnya hanya 3 bulan. Setelah panen, tanaman dibongkar dan dilakukan penanaman ulang,” katanya.

Mengenai nilai ekonomi, Imam menambahkan bahwa harga jual melon hasil budi dayanya cukup bervariasi tergantung jenisnya. Untuk jenis kirin, harga di pasaran mencapai sekitar Rp35.000 per kilogram, sementara untuk varietas sweet hami dan golden aroma dipasarkan dengan harga sekitar Rp30.000 per kilogram.( wa/at)

Menarik Dibaca:  Menu Sahur dan Berbuka Berbasis Ikan, Alternatif Sehat dan Terjangkau Selama Ramadan 2026

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 300x600