Scrol ke Bawah
Example 300x600
EditorialHeadline

Hi-Tech Mall, Esport, dan Momen Surabaya Menangkap Gelombang Baru

×

Hi-Tech Mall, Esport, dan Momen Surabaya Menangkap Gelombang Baru

Sebarkan artikel ini
ilustrasi Hi-Tech Mall, Esport, dan Momen Surabaya Menangkap Gelombang Baru
ilustrasi Hi-Tech Mall, Esport, dan Momen Surabaya Menangkap Gelombang Baru

Ketika Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyampaikan rencana menjadikan gedung eks Hi-Tech Mall sebagai pusat industri kreatif anak muda, sebagian orang mungkin melihatnya sebagai upaya menghidupkan kembali bangunan lama. Padahal, langkah itu bisa berarti jauh lebih besar dari sekadar revitalisasi fisik.

Di saat yang sama, industri esports Indonesia sedang memasuki fase pertumbuhan yang serius. Sejumlah laporan industri dan riset pasar memproyeksikan valuasi nasional bisa mencapai kisaran Rp 5 triliun pada 2026.

Konten Sponsor

Platform riset Statista bahkan menempatkan Indonesia sebagai salah satu pasar esports dengan pertumbuhan audiens tercepat di Asia Tenggara.

Sementara rangkuman ekosistem dari Ligagame Esports menyebut 2026 sebagai fase konsolidasi yang merupakan momen ketika industri mulai menyaring diri menuju model bisnis yang lebih matang dan berkelanjutan.

Menarik Dibaca:  Pemkot Malang Siapkan Tiga Armada Bus untuk Program Mudik Gratis 2026

Angka-angka itu mungkin terdengar jauh. Tapi dampaknya dekat. Lebih dari 50 juta penonton aktif mengikuti konten esports di Indonesia. Mobile gaming mendominasi. Sponsor masuk dari berbagai sektor. Streaming menjadi profesi.

Event offline menggerakkan hotel, transportasi, dan UMKM. Esports hari ini sudah melampaui sekadar hiburan. Ia menjadi ekosistem ekonomi. Dan Surabaya sedang menyiapkan ruangnya.

Hi-Tech Mall dulu identik dengan pusat teknologi. Kini, jika benar-benar diarahkan menjadi simpul industri kreatif, ia bisa menjadi rumah baru bagi ekosistem digital: studio streaming, arena turnamen mini, ruang latihan tim, inkubator kreator konten, bahkan ruang kolaborasi developer game lokal.

Menarik Dibaca:  Kementerian ESDM Tinjau Ulang Kesepakatan Impor Energi dari AS Pascaputusan Mahkamah Agung

Anak-anak muda Surabaya sebenarnya sudah bergerak lebih dulu. Mereka bermain, membuat konten, mengikuti turnamen, membangun komunitas. Yang mereka butuhkan bukan hanya event sesekali, tapi ruang tumbuh yang konsisten.

Jika eks Hi-Tech Mall hanya diisi tenant komersial biasa, maka kesempatan itu terlewat. Tapi jika diisi visi jangka panjang—menghubungkan komunitas, industri, sponsor, dan kebijakan maka Surabaya bisa ikut mengambil bagian dari gelombang ekonomi digital yang nilainya triliunan rupiah.

Tahun 2026 diperkirakan menjadi fase penataan ulang industri esports. Organisasi kecil akan bergabung atau hilang. Hanya yang punya model bisnis kuat yang bertahan. Kota yang punya infrastruktur dan keberanian kebijakan akan menjadi magnet baru.

Menarik Dibaca:  Bupati dan Kapolres Tegal Tinjau Harga dan Stok Sembako Jelang Lebaran 1447 H/2026

Dan Hi-Tech Mall bisa menjadi simbol arah baru Surabaya. Bukan hanya pusat bisnis, tetapi pusat ekosistem. Esports memang lahir dari layar ponsel dan komputer. Tapi dampaknya nyata di dunia riil. Dan mungkin, di tengah persiapan gedung itu, Surabaya sedang berada di titik penting: apakah ia akan sekadar menyediakan ruang, atau benar-benar menyiapkan masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 300x600