Cakrawalanews.co-melalui Dinas Sosial Kota Kediri menyalurkan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) Plus Tahap I tahun 2026 kepada 485 warga lanjut usia.
Jumlah penerima tersebut terdiri dari 436 penerima lama dan 49 penerima baru yang telah memenuhi kriteria usia di atas 70 tahun serta masuk dalam kategori paling membutuhkan. Proses pengusulan bantuan ini dilakukan oleh pihak kelurahan dengan verifikasi dari pendamping PKH sebelum akhirnya diajukan ke Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Kepala Dinas Sosial Kota Kediri, Imam Muttakin, menjelaskan bahwa mekanisme penyaluran dilakukan setiap tiga bulan sekali dengan besaran nominal Rp500 ribu per penerima. Tahun ini, terdapat pelonggaran aturan terkait persyaratan administrasi keluarga bagi para penerima manfaat.
“Tahun sebelumnya, penerima tidak boleh Kartu Keluarga tunggal. Sedangkan tahun ini persyaratan penerima adalah lansia secara umum, tidak memandang Kartu Keluarga,” kata Imam saat memantau proses penyaluran bantuan di Bank Jatim.
Untuk memastikan kelancaran distribusi, Dinas Sosial mengerahkan berbagai sumber daya manusia seperti Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), Tim Reaksi Cepat (TRC), hingga pendamping PKH untuk membantu mobilisasi para lansia.
Pengambilan dana mewajibkan penerima membawa buku tabungan dan KTP asli. “Adapun syarat pengambilan bantuan, para penerima harus membawa buku tabungan dan KTP asli. Jika diwakilkan, wajib menyertakan surat kuasa dari kelurahan setempat,” tambah Imam.
Imam Muttakin berharap bantuan ini dapat meringankan beban ekonomi para lansia, terutama dalam menjaga asupan nutrisi dan memenuhi kebutuhan pokok menjelang bulan Ramadhan serta Hari Raya Idul Fitri. Ia berpesan agar dana tersebut dikelola dengan sangat baik oleh para penerima.
“Gunakan bantuan ini dengan bijak, mungkin untuk memenuhi kebutuhan pokok dan mendukung kesejahteraan maupun gizi yang lebih layak,” tuturnya.
Salah satu penerima bantuan asal Kelurahan Pojok, Damis, menyatakan rasa syukurnya atas bantuan yang ia terima untuk keempat kalinya ini. Lansia berusia 74 tahun tersebut merasa sangat terbantu karena sudah tidak lagi memiliki penghasilan tetap. “Alhamdulillah lancar, petugas juga membantu.
Bantuan ini sangat berguna karena saya sudah tidak bekerja. Biasanya untuk beli beras dan kebutuhan sehari-hari,” kata Damis. Ia berharap program serupa terus berlanjut dan tetap tepat sasaran bagi warga yang benar-benar membutuhkan atau sedang dalam kondisi sakit.( wa/at)













