Cakrawalanews.co-Kepolisian Daerah Jawa Timur resmi memulai Operasi Keselamatan Semeru 2026 yang berlangsung selama 14 hari, terhitung sejak 2 hingga 15 Februari 2026. Sebanyak 5.020 personel gabungan dikerahkan untuk memperkuat pengamanan lalu lintas di berbagai wilayah Jawa Timur.
Kekuatan personel tersebut mencakup 395 anggota Satgas Polda Jatim serta 4.625 personel dari berbagai satuan wilayah jajaran.
Dirlantas Polda Jatim, Kombes Pol Iwan Saktiadi, menjelaskan di Surabaya pada Senin bahwa operasi ini bertujuan utama menekan angka kecelakaan lalu lintas sekaligus menjadi langkah awal menuju Operasi Ketupat Semeru 2026 menjelang Idulfitri.
Mengingat tingginya tradisi mobilisasi masyarakat saat libur Lebaran, petugas akan memberikan perhatian khusus pada kelaikan angkutan umum melalui inspeksi keselamatan atau ramp check. Pemeriksaan ini menyasar bus reguler maupun angkutan wisata untuk memastikan armada dalam kondisi prima sebelum masa mudik tiba.
Strategi yang diterapkan dalam Operasi Keselamatan Semeru tahun ini mengedepankan pendekatan humanis namun tetap tegas melalui upaya preemtif, preventif, dan represif. Fokus utama petugas tidak hanya pada penindakan, tetapi juga pada peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya aturan berlalu lintas demi keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya.
Selain pengawasan terhadap angkutan umum, aparat juga akan menindak berbagai pelanggaran prioritas yang kerap menjadi pemicu kecelakaan. Pelanggaran tersebut meliputi pengendara yang tidak menggunakan helm SNI, pengemudi di bawah umur, berkendara dalam pengaruh alkohol, melawan arus, serta penggunaan ponsel saat di jalan.
Petugas juga memantau ketat penggunaan sabuk pengaman, batas jumlah penumpang pada kendaraan roda dua, hingga pelanggaran batas kecepatan maksimal guna mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di seluruh wilayah Jawa Timur.( wa/ar)












