Cakrawalanews.co-Pemerintah Kabupaten Jember meminta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sumbersari segera melengkapi seluruh dokumen perizinan dan persyaratan administratif. Langkah ini diambil menyusul terjadinya banjir yang menggenangi area dapur tersebut, sehingga sempat melumpuhkan distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) ke sejumlah sekolah.
Satuan Tugas MBG yang dipimpin oleh Penjabat Sekretaris Daerah Jember, Akhmad Helmi Luqman, melakukan peninjauan langsung ke lokasi pada Jumat untuk mengecek kondisi bangunan, alur produksi, hingga sanitasi lingkungan. Berdasarkan hasil evaluasi, lokasi SPPG Sumbersari dinilai terlalu dekat dengan saluran air, yang menjadi penyebab utama munculnya genangan saat hujan deras.
Demi menjaga standar keamanan pangan, pemerintah memandang perlunya relokasi dapur ke tempat yang lebih aman agar proses produksi tidak terganggu di masa depan.
Meskipun baru beroperasi selama tiga bulan dengan kapasitas produksi 2.000 porsi per hari, operasional SPPG Sumbersari terpaksa dihentikan sementara selama dua hari terakhir sebagai tindakan preventif.
Satgas MBG juga menyoroti temuan terkait izin bangunan dan dokumen administratif lainnya yang masih dalam tahap proses meskipun kegiatan produksi sudah berjalan. Temuan ini menjadi bahan evaluasi penting untuk memastikan seluruh SPPG di Jember memenuhi standar teknis, higienis, dan legalitas sebelum menjalankan program nasional tersebut secara penuh.
Kepala Dapur SPPG Sumbersari, Dwi Aprilia, mengonfirmasi bahwa pihaknya secara sukarela menghentikan operasional untuk fokus pada proses sterilisasi peralatan dan pembersihan area pasca banjir.
Walaupun infrastruktur dapur masih dalam kondisi baik, beberapa wadah makanan atau ompreng dinyatakan sudah tidak layak pakai akibat terdampak banjir. Pengelola menyatakan kesiapannya untuk mengikuti arahan pemerintah, termasuk jika harus berpindah lokasi demi kelancaran program MBG.( wa/al)














