Cakrawalanews.co Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melakukan transformasi besar dalam proses belajar mengajar di ruang kelas, khususnya pada mata pelajaran sains, melalui implementasi metode deep learning yang didukung oleh bantuan Papan Interaktif Digital (PID)..
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa program Digitalisasi Pembelajaran ini bukan sekadar pemenuhan sarana prasarana fisik, melainkan sebuah strategi fundamental untuk menjangkau seluruh satuan pendidikan, termasuk di wilayah yang secara geografis sulit dijangkau.
Program ambisius ini menyasar lebih dari 288.000 satuan pendidikan di seluruh Indonesia dengan harapan dapat meningkatkan mutu layanan pendidikan secara merata. Untuk daerah-daerah terpencil, pemerintah berkomitmen memberikan paket bantuan yang komprehensif, mulai dari perangkat PID, penyediaan sumber listrik, hingga akses internet satelit melalui Starlink guna mendukung efektivitas pembelajaran jarak jauh.
Selama ini, pembelajaran sains seringkali terjebak pada hafalan rumus tanpa pemahaman konsep yang mendalam. Sebagai contoh, teori kinetik gas yang menjelaskan hubungan antara tekanan, volume, dan suhu sering kali dianggap abstrak dan sulit dipahami oleh siswa.
Namun, dengan kehadiran PID, proses pembelajaran bergeser dari sekadar abstraksi menuju visualisasi konkret, sehingga siswa dapat melihat langsung fenomena ilmiah yang sedang dipelajari.
Dampak positif penggunaan teknologi ini telah dirasakan langsung di lapangan, seperti yang diungkapkan oleh Kepala SMAN 1 Indralaya, Pudyo Laksono. Ia menjelaskan bahwa melalui simulasi interaktif pada PID, siswa kini dapat melihat pergerakan partikel secara real-time saat mempelajari Hukum Boyle.
Visualisasi tersebut memudahkan siswa memahami bagaimana tekanan meningkat dalam sebuah sistem hingga menyebabkan indikator fisik bereaksi, memberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna dan mudah diingat dibandingkan hanya membaca teks di buku pelajaran.( wa/Ra)
.












